Jumat, 31 Agustus 2012

Diagnosa gangguan Mesin EFI

Belajar mendiagnosa gangguan / kerusakan mesin EFI menggunakan On Board Diagnostic (OBD) atau DTC, Petunjuk kerja / Jobsheet download disini

JOB SHEET


NAMA  :
DIAGNOSA KERUSAKAN
SISTEM EFI
DIPERIKSA       :
KELAS :
NILAI                 :
MAPEL: PPMO

I.             KESELAMATAN KERJA
1.     Perhatikan perintah –perintah instruktur
2.     Gunakan pakaian kerja / wearpack
3.     Bekerjalah berdasarkan Standard Operating Prosedur (SOP) dan kaidah K3
4.     Tanyakanlah hal –hal yang dianggap sulit

I.              ALAT DAN BAHAN
A.      Alat
1.      Alat kerja
a.     Hands tool
b.     Special tool         
2.     Alat ukur
a.     Tabel DTC
b.     Engine Scanner (OBD)
B.      Bahan
1.    Unit /Stand EFI
2.    Kawat / Kabel Jamper

II.           PERINTAH  KERJA

A.      Diagnosa Sendiri  (Self Diagnostic)
1.    Posisikan kunci kontak pada posisi “OFF”
2.     Hubungkan terminal “T” dan “E”pada check connector yang terletak di atas konsol ( dekat steer ) gunakan kawat / kabel jamper

3.     Posisikan kontak pada posisi  “ON”
4.     Amati lampu check engine lamp yang ada di kombinasi meter
5.     Hitung jumlah kedipan lampu
Hasi Jumlah Kedipan 1 : …………………………… Kedipan
Hasi Jumlah Kedipan 2 : …………………………… Kedipan
Hasi Jumlah Kedipan 3 : …………………………… Kedipan

6.     Gunakan table DTC untuk mengetahui jenis kerusakan / gangguan
Hasil diagnosa 1 : ………………………………………………………..
Hasil diagnosa 2 : ………………………………………………………..
Hasil diagnosa 3 : ………………………………………………………..

7.     Lakukan perbaikan jika ditemukan gangguan / kerusakan
8.     Posisikan kembali kunci kontak pada posisi “OFF”
9.     Lepaskan kawat / kabel jamper
10. Setelah perbaikan kerusakan pada sensor diatasi, maka kode informasi yang tersimpan pada ECU harus dihapus agar kendaraan dapat berjalan dengan normal, caranya adalah dengan melepas sekring EFI ( Fuse Stop ) selama 10 detik
11. Setelah sekring di lepas selama 10 detik. pasang kembali sekring.
12. Nyalakan kendaraan seperti biasa
13. Cara lainnya adalah dengan melepas kabel Accu selama 15 detik. cara ini tidak di sarankan karena dapat menghapus semua memory misalnya menghapus memori jam.



B.       Penggunaan On Board Diagnostic / engine scanner
1.     Posisikan kunci kontak pada posisi “OFF”
2.     Tentukan letak DLC (diagnostic link conector) / kotak cek konektor
3.     Buka penutupDLC/ kotak Check konektor
4.     Pilih data link / soket penghubung data sesuai dengan jenis kendaraan
5.     Pasang data link / soket dari engine scanner pada DLC / check konektor
6.     Posisikan kunci kontak pada posisi “ON”
7.     Hubungkan kabel power engine scanner dengan baterai
8.     Hidupkan alat dengan menekan tombol power
9.     Tekan tombol “Enter” sehingga muncul display “Initial Sceen”, bila posisi blok hitam pada “ Vahicle Diagnosis” maka tekan enter sehingga muncul display “ Vahicle Diagnosis
10. Pilih merek kendaraan, dilanjutkan dengan tipe kendaraan
11. Pilih jenis pemeriksanaan (engine control, transmisi, air bag ), untuk pemeriksaan mesin pilih engine control
12. Setelah proses komunikasi data selesai akan muncul display, dan pilih diagnosis trouble codes, sehingga muncul data komponen/ sistem yang mengalami gangguan
13. Amati layar LCD engine scanner / Monitor
Monitor akan memberikan gambar letak gangguan / kerusakan pada system EFI
Hasil pengamatan :
Letak gangguan 1 : ……………………………………………………………………...
Letak gangguan 2 : ……………………………………………………………………...
Letak gangguan 3 : ……………………………………………………………………...

14. Lakukan perbaikan jika ditemukan gangguan / kerusakan
15. Rangkai kembali sensor dengan konektornya
16. Nyalakan kendaraan seperti biasa
17. Pastikan mesin dapat hidup dengan normal

C.      Kesimpulan

Hasil Kerja        :
Spesifikasi         :  Semua komponen dapat terpasang dan mesin dapat bekerja dengan baik
Kesimpulan       :







                                                                                                                  Banjarnegara,                   20…..
Mengetahui,                                                                                                         Guru Mata Pelajaran 
WKS Kurikulum




Asep Yogaswara, S.Pd                                                                                   Tri Haryadi, S.Pd
NIY, 96 - 0045                                                                                                      Niy. 05 - 0101

Kamis, 30 Agustus 2012

Mesin EFI

Mesin EFI


Jika pada kendaraan konvensional jumlah bahan bakar yang diperlukan mesin diatur oleh karburator, pada kendaraan dengan system EFI jumlah bahan bakar diatur (dikontrol) lebih akurat sesuai jumlah dan temperature udara masuk, kecepatan mesin, temperature air pendingin, posisi throttle, kadar oksigen di saluran buang dan kondisi penting lainnya oleh Komputer dengan mengirim bahan bakar melalui injector.


Keunggulan sistem EFI dibandingkan karburator diantaranya:



  1. Pengabutan lebih baik menjamin homogenitas campuran lebih baik
  2. Komposisi campuran sesuai dengan putaran dan beban mesin
  3. Pembakaran lebih sempurna sehingga :
    • Bahan bakar hemat
    • Tenaga mesin lebih besar
    • Emisi gas buang lebih rendah
Dibalik keunggulan tersebut Mesin EFI memerlukan perawatan yang membutuhkan ketrampilan dan pengetahuan lebih tentang cara mendiagnosa gangguan EFI

Macam Mesin EFI berdasarkan Lokasi Injektor

1.    TBI (Throttle Body Injection)
Injektor berada di throttle body/ venturi jumlah injektor satu
2.    MPI (Multi Point Injection)
Injektor dipasang pada manifold mengarah ke katup masuk, jumlah injektor sejumlah silinder
3.     GDI (Gasoline Direct Injection)
Injektor dipasang di kepala silinder menyemprot ke ruang bakar, jumlah injektor sejumlah silinder

Macam Sistem Injeksi / Mesin EFI berdasarkan Teknologi Kontrol

1.       K Jetronic
Kontrol injeksi dilakukan secara mekanik
2.       L Jetronic
Kontrol injeksi dilakukan secara elektronik dengan sensor utama Air Flow Meter untuk mengukur jumlah udara yang masuk ke dalam silinder
3.       D Jetronic
       Kontrol injeksi dilakukan secara elektronik dengan sensor utama MAP Sensor untuk mengukur jumlah udara yang masuk ke dalam silinder. Teknik pengukuran dari tekanan kevacuuman manifold


Selasa, 07 Agustus 2012

Servis Sepeda Motor

Belajar Servis Sepeda Motor 

Servis Sepeda Motor
Mempelajari dunia otomotif memang sangat menyenangkan, banyak kalangan yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai seluk beluk dunia otomotif, baik otomotif kendaraan ringan, sepeda motor maupun otomotif kendaraan berat. Dalam mempelajari otomotif kita harus mengetahui materi-materi dasar-dasar otomotif serta materi pendukung dan materi pokok tentang otomotif.

Melalui Blog ini kami membantu anda untuk belajar bagaimana melakukan pemeliharaan/servis (tune-up) sepeda motor sendiri di rumah, sehingga anda tidak perlu susah-susah ke bengkel hanya sekedar melakukan pekerjaan ringan pada kendaraan sepeda motor kesayangan anda.

Setelah beberapa waktu lamanya kendaraan / sepeda motor digunakan tentunya terdapat banyak hal / bagian yang mengalami perubahan, sebab sebagian besar komponen / sprarepart yang bekerja mengalami keausan akibat adanya gesekan antar komponen,  sehingga perubahan ini akan menyebabkan terjadinya penurunan performa dari kendaraan/sepeda motor. 

Terjadinya penurunan performa harus segera ditindak lanjuti agar tidak terjadi gangguan  yang lebih berat, mengembalikan kondisi kendaraan sesuai dengan standar pabrik untuk menjaga performa mesin tetap optimal maka diperlukan pemeliharaan/servis yang sering disebut tune-up
Berikut langkah-langkah yang dapat anda lakukan:

Servis Sepeda Motor

  1. Langkah pertama yang anda dapat lakukan adalah menentukan pekerjaan atau servis apa yang akan anda kerjakan.
  2. Jika anda sudah menentukan jenis pekerjaan selanjutkan persiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
  3. Mulailah pekerjaan pemeliharaan/servis dengan hati-hati, bila perlu anda dapat menggunakan buku panduan untuk membantu pekerjaan anda.
  4. Perhatikan dengan baik komponen-komponen (sparepart) yang anda bongkar, jika anda belum hafal betul tempat / posisi komponen sebaiknya dalam membongkar, letakkan komponen dengan urut bila perlu diberikan no. atau tanda.
  5. Lakukan pemeriksaan kerusakan / keausan terhadap komponen, bila diperlukan lakukan pembongkaran.
  6. Lakukan penggantian jika komponen sudah tidak layak pakai / tidak dapat distel kembali.
  7. Lakukan penyetelan / Kembalikan setelan standar dari komponen/bagian yang anda lakukan sesuai dengan spesifikasi pabrik, spesifikasi standar dapat dilihat pada buku panduan/buku manual.
  8. Jika penyetelan dan penggantian komponen sudah dilakukan rakit kembali seluruh bagian yang dibongkar, urutan pemasangan berlawanan/kebalikan dengan pembongkaran.
  9. Kembalikan peralatan dan bersihkan tempat kerja anda setelah selesai melakukan pemeliharaan/servis.
Prosedur detail servis ringan sepeda motor silahkan  klik disini