Minggu, 20 September 2015

Fungsi Sistem Exhaust Mobil EFI dan Komponen

Sistem exhaust / sistem pembuangan pada mobil berperan penting dalam proses pembakaran mesin. Sistem exhaust akan melepaskan gas buang sisa pembakaran yang dihasilkan mesin ke atmosfir / udara bebas. Sistem exhaust / pembuangan pada mobil EFI memiliki beberapa fungsi utama yang berpengaruh terhadap kinerja mesin


Fungsi Sistem Exhaust

  1. Sistem exhaust berfungsi memastikan efisiensi mesin dengan memperbaiki tingkat pelepasan gas buang dari mesin. Melalui Oksigen sensor ECU akan memerima signal mengenai kondisi kandungan zat-zat yang terdapat pada gas buang, jika tidak sesuai / melebihi ketentuan maka ECU akan memerintahkan actuator memperbaiki kinerjanya.
  2. Sistem Exhaust berfungsi membersihkan gas buang dengan membuang zat-zat yang berbahaya. Gas buang yang masing mengandung zat-zat berbahaya akan dibersihkan dan di buang untuk mengurangi terjadinya polusi udara serta tidak membahayakan lingkungan dan makhluk hidup.
  3. Sistem exhaust berfungsi mengurangi suara ledakan yang dikeluarkan oleh gas buang. Terjadinya pembakaran menghasilkan ledakan, jika hal ini tidak diantisipasi akan menyebabkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan, untuk itu sistem pembuangan harus mampu mengurangi suara ledakan tersebut.

Komponen - komponen Utama Sistem Exhaust

Ada 4 komponen utama exhaust system / sistem pembuangan
  1. Exhaust manifold, Terdiri dari beberapa saluran / manifold yang terhubung ke masing-masing silinder untuk menyalurkan gas buang sisa pembakaran dan kemudian tergabung dalam satu saluran buang..
  2. Catalytic Converter, berfungsi untuk membersihkan gas buang dari zat-zat berbahaya agar tidak mencemari udara.
  3. Pipa gas buang / exhaust pipe, berfungsi untuk menyalurkan gas buang dari mesin ke atmosfir /udara bebas.
  4. Muffler, Berfungsi menyerap / mengurangi suara ledakan hasil pembakaran di dalam ruang silinder, sebab gas buang sisa pembakaran dari mesin bertemperatur dan tekanan tinggi, sehingga menghasilkan suara ledakan jika dilepaskan secara langsung. Untuk itu, muffler di buat untuk meredam suara ledakan dengan mengurangi tekanan dan temperatur dari gas buang sisa pembakaran

Catalytic Converter pada Mobil EFI

Penempatan Catalytic converter pada mobil EFI di satukan dengan exhaust manifold atau di tempatkan ditengah sistem exhaust untuk membersihkan zat berbahaya dari gas buang sisa pembakaran. Zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam gas buang sisa pembakaran terdiri dari CO (Carbon Monoxide), HC (Hydrocarbons), dan NOx (Nitric Oxides). Zat-zat berbahaya ini harus dibersihkan / minimal dikurangi agar tidak membahayakan lingkungan dan makhluk hidup khususnya manusia.

Jenis Catalytic converters mobil EFI
  1. OC (Oxidation Catalyst), Jenis Catalytic ini memiliki kemampuan membersihkan 2 zat berbahaya CO dan HC pada gas buang sisa pembakaran dengan katalis platinum dan palladium.
  2. TWC (Three-Way Catalytic), Jenis Catalytic ini memiliki kemampuan membersihkan 3 zat berbahaya CO, HC dan NOx pada gas buang dengan katalis platinum dan rhodium.



Senin, 14 September 2015

Mengenal Bagian dan Kode Baterai / Accu

Tidak ada salahnya kita Mengenal bagian dan kode baterai, Baterai merupakan piranti sistem kelistrikan yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplai (menyediakan) listik ke sistem starter, sistem pengapian, sistem penerangan / lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan lainnya. Jenis baterai yang sudah banyak beredar ada 2 macam yaitu baterai jenis kering dan batarei basah, secara fungsi sama tetapi dari segi perawatan baterai basah membutuhkan lebih banyak perawatan dibandingkan baterai kering. dikarenakan baterai membutuhkan perawatan untuk menjamin baterai dapat berfungsi optimal kita perlu mengenal bagian-bagian baterai terlebih dahulu.

Bagian - bagian Baterai / Accu

Baterai terdiri dari beberapa bagian seperti ditunjukkan pada gambar

  1. Terminal negatif, Bagian baterai tempat dimana kabel negatif dihubungkan.
  2. Sumbat ventilasi, berfungsi untuk membuang gas yang menguap selama terjadinya proses pengisian baterai. Selain itu sumbat juga berfungsi untuk menyuplai / menambahkan elektrolit jika mengalami kekurangan volume elektrolit.
  3. Indikator, bagian ini digunakan untuk memeriksa kondisi pengisian / arus yang tersimpan oleh baterai dan kondisi permukaan / jumlah elektrolit.
  4. Terminal positif, Bagian baterai tempat dimana kabel positif dihubungkan.
  5. Elektrolit, elektrolit bereaksi secara kimia dengan plat-plat kutub untuk mengisi dan mengosongkan listrik.
  6. Sel, bagian baterai yang berfungsi membangkitkan listrik, setiap sel membangkitkan sekitar 2.1 Volt listrik, jika terdapat 6 sel artinya listrik memiliki tegangan sekitar 12,6 Volt.
  7. Plat kutub Terdiri dari plat-plat negatif dan positif baterai

Kode Identifikasi Baterai

Baterai memiliki kode-kode yang memiliki arti / makna tertentu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi baterai. Kode-kode identifikasi baterai terdapat / berada pada bodi baterai, menunjukkan ukuran baterai dan performa, yang merupakan kapasitas penyimpanan listrik, sebagai contoh pada baterai tertulis 34 B 19 L artinya

1: Performa (Kapasitas baterai dalam Ampere)
2: Tinggi dan lebar baterai
3: Panjang baterai
4: Posisi terminal negatif (L: Left dan R: Right)

Kelengkapan Sistem Kelistrikan Kendaraan

Setiap kendaraan membutuhkan kelengkapan sistem kelistrikan, dimana sistem ini memilki peran yang pening untuk mendukung kebutuhan mesin maupun pengendara, seperti contoh untuk menghidupkan awal mesin kendaraan dibutuhkan sitem starter, disamping itu membutuhkan sistem pengapian untuk memastikan kendaraan dapat hidup terus, belum lagi sistem penerangan dibutuhkan pengendara saat melakukan perjalannaan malam dan lain sebagainya.

Berbagai macam perlengkapan sistem kelistrikan yang diperlukan kendraab untuk menghidupkan mesin dan mengoperasikannya dengan cara yang stabil diantaranya adalah:

Kelengkapan Sistem Kelistrikan Mobil

  1. Baterai, baterai meiliki peran penting sebagai penyuplai tenaga / sumber power listrik untuk part-part kelistrikan pada kendaraan, dan juga untuk menyimpan sumber listrik saat sistem pengisian bekerja.
  2. Starter (Sistem start), Sistem ini berfungsi untuk start mesin / menghidupkan awal mesin
    Alternator (Sistem pengisian), sistem ini berfungsi untuk membangkitkan listrik yang digunakan di kendaraan dan mengisi baterai.
  3. Koil pengapian (Sistem pengapian), Sistem pengapian berfungsi untuk menyalakan percampuran udara-bahan bakar yang dimampatkan di dalam silinder agar terjadi pembakaran.
  4. Ignition Switch , Switch pengapian / kunci kontak / saklar utama kendaraan untuk memutuskan dan menghubungkan arus baterai saat melakukan start dan menyalakan kendaraan, serta menghidupkan part-part kelistrikan.
  5. Meter kombinasi, bagian ini berfungsi sebagai ruang atau tempat lampu-lampu indikator peringatan kondisi mesin seperti, indikator hand rem, indikator pengisian, indikator pelumas, indikator seat belt dll (Lampu peringatan harus hidup saak kunci kontak ON tetapi harus mati saat mesin hidup / switch mati (hand rem) , sebagai contoh bila indikator pengisian menyala artinya tidak dapat mengisi / tidak terjadi pengisian. dll
  6. Sensor-sensor, terdiri Part-part untuk mendeteksi kondisi mesin seperti temperatur air atau kecepatan mesin, temperatur udara dll serta  mengirimkannya sinyal ke ECU (Electronic Control Unit).