Jumat, 14 Agustus 2015

Prosedur Melakukan Engine Tune Up / Tune Up Mesin Mobil


Pekerjaan Tune up mesin  bertujuan untuk mengembalikan kondisi kendaraan  kembali seperti semula (bertenaga), untuk memperoleh hasil seperti yang kita inginkan maka kita perlu  melakukan pekerjaan tune up sesuai dengan prosedur yang benar, prosedur tune up mesin yang benar akan mempengaruhi keberhasilan pengembalian kondisi mesin sebab terdapat pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya kita lakukan harus terjadi pada kondisi-kondisi tertentu, jika tidak maka hasilnya tidak akan maksimal.


Prosedur melakukan engine tune up / tune up mesin

Pekerjaan-pekerjaan tune up di kelompokkan menurut kondisi mesin kendaraan diantaranya adalah
  1. Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin masih dingin
  2. Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin bisa hidup/mesin hidup
  3. Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin telah panas (temperatur kerja)
Pekerjaan / Pemeriksaan Mesin pada saat masih dingin/mesin mati
  1. Pemeriksaan minyak pelumas mesin
  2. Pemeriksaan sistem pendingin mesin
  3. Pemeriksaan tali kipas
  4. Pemeriksaan saringan bensin
  5. Pemeriksaan saringan udara
  6. Pemeriksaan baterai
  7. Sistem pengapian
Pekerjaan / Pemeriksaan Mesin pada saat hidup
  1. Pemeriksaan Dwell Angle
  2. Pemeriksaan/penyetelan putaran idle
  3. Pemeriksaan saat Pengapian
Pekerjaan / Pemeriksaan setelah mesin dipanaskan
  1. Pemeriksaan Celah Katup
  2. Pemeriksaan kerja Karburator
  3. Pemeriksaan/penyetelan putaran idle
  4. Pemeriksaan Kompresi
  5. Tes Jalan
Catatan:
  • Perlu diketahui Pekerjaan Tes Kompresi & Tes Jalan dilakukan bila kemampuan mesin  tidak bertenaga/menurun atau diperlukan sehingga jika pekerjaan ini tidak selalu dilalukan setiap kali melakukan tune up.
  • Sangat penting bagi kita untuk selalu memperhatikan keselamatan kerja baik peralatan, benda kerja (mobil) maupun pelaksana (mekanik) untuk itu pahami betul hal-hal yang menyankut keselamat kerja

Kamis, 13 Agustus 2015

Dimensi Kendaraan Bermotor Mobil

Dimensi kendaraan khususnya mobil menunjukkan spesifikaasi dari kendaraan tersebut
Overall Length ( Panjang Keseluruhan )
Panjang keseluruhan kendaraan dari di hitung dari bumper depan sampai bumper belakang kendaraan

Overall Width ( Lebar Keseluruhan )
Lebar keseluruhan kendaraan dihitung dari spion kanan sampai kiri kendaraan / mobil
Overall Height ( Tinggi Keseluruhan )
Tinggi keseluruhan kendaraan dihitung dari atap hingga roda bagian bawah  kendaraan
Wheelbase ( Jarak Poros Roda )
Jarak antara roda depan dan belakang
Front Tread ( Jarak Pijak Depan )
Jarak antara roda kanan depan dan kiri depan di hitung dari as roda masing-masing
Rear Tread ( Jarak Pijak Belakang )
Jarak antara roda kanan belakang dan kiri belakang kendaraan dihitung dari sumbu roda
Ground    Clearance (Jarak Terendah)
Jarak terendah kendaraan dihitung dari bagian mobil paling rendah hingga ke tanah
Turning Radius ( Radius Putar )
Jarak minimum pada saat kendaraan berputar.
Selain dimensi tersebut di atas dimensi kendaraan juga terdapat dimensi mesin / engine kendaraan, Chasis / rangka, Kapasitas / capacity.

Kamis, 06 Agustus 2015

Jenis Sistem Penggerak Mobil

Jenis-jenis sistem penggerak roda mobil dikelompokkan menjadi bebarapa macam diantaranya yaitu
Tipe FR ( Front Engine – Rear Drive )
Kendaraan pada jenis ini mesin terletak pada bagian depan kendaraan, sedangkan sebagai penggerak adalah kedua roda belakang (mesin di depan - penggerak belakang), antara mesin dan roda belakang dihubungkan dengan propeller. sebagai contoh mobil kijang, truck, APV, Luxio dll

Tipe FF  ( Front Engine – Front Drive )
Kendaraan pada jenis ini  mesin terletak pada bagian depan kendaraan, sebagai penggerak adalah kedua roda depan (mesin depan - penggerak depan) antara mesin dan roda depan dihubungkan dengan cv joint. Sebagai contoh mobil sedan, Livina, CRV dll
Tipe RR ( Rear Engine – Rear Drive )
Kendaraan pada jenis ini  mesin terletak pada bagian belakang kendaraan, sedangkan sebagai penggerak adalah kedua roda belakang (mesin di belakang - penggerak belakang) sebagai contoh BIS, VW dll   
Tipe FWD ( Four Wheel Drive )
Kendaraan pada jenis ini mesin terletak di depan, dengan penggerak roda pada keempat rodanya. FWD umumnya digunakan untuk kendaraan jenis jeep, kendaraan dapat pula dioperasikan dua roda belakang sebagai penggerak pada kondisi pemakaian dijalan yang normal sesuai dengan keinginan pengemudi.

Selasa, 04 Agustus 2015

OHV, SOHC, DOHC Pada Mesin Mobil

Camshaft atau poros nok merupakan komponen penggerak katup mesin, komponen ini menentukan sudut pembukaan katup mesin baik katup In (masuk) maupun katup Ex (buang). Menurut letak Camshaft nya mekanisme penggerak katup dikelompokkan menjadi beberapa jenis, masing-masing jenis memiliki karakteristik berbeda.

Mekanisme Penggerak katup berdasarlan Letak dan Jumlah Camshaft

OHV ( Over Head Valve )

Mesin pada jenis OHV Camshaft terletak di dalam blok silinder mesin, digerakkan oleh crankshaft dengan perantara gigi (gear) / timing gear dan untuk menggerakkan valve (klep) melalui perantara pushrod

Kelebihan OHV (Over Head Valve) :
  • Konstruksi sederhana / simpel sehingga bentuk mesin ringkas
  • Awet dan bandel, terbukti banyak mobil-mobil tua yang masih berkeliaran
Kekurangan / Kelemahan OHV :
  • Tidak tahan pada putaran / rpm tinggi, mentok hanya sampai 9000 rpm, bandingkan dengan mesin sohc yang biasa dipakai balap bisa nembus14000 rpm, atau mesin dohc yang bisa tembus 18000 rpm, hal ini dikarenakan adanya push rod yang menghambat pergerakan pada putaran tinggi
  • Tidak bisa menggunakan banyak katup, jadi maksimal 1 silinder 2 (1 katup In dan 1 katup Ex), yang menjadi penghambat peletakan banyak katup dalam 1 silinder dikarenakan adanya mekanisme pushrod, jadi tidak bisa sembarangan meletakkan katup / klep
  • Lebih boros lantaran tidak bisa mengaplikasikan variable valve timing, padahal kita tau vvt bisa membuat mesin irit.

SOHC ( Single Over Head Camshaft )

Mesin pada jenis SOHC Camshaft terletak di dalam  silinder Head, digerakkan oleh crankshaft dengan perantara timing belt / Timing chain / Timing Gear dan untuk menggerakkan valve (klep) melalui perantara rockerarm

Kelebihan dan Keunggulan dari SOHC yaitu:
  • Dapat mengaplikasikan multi valve ,bisa di isi klep lebih dari 2 buah, bisa 3 ataupun 4
  • Lebih murah dibandingkan dengan mesin DOHC
  • Momen / Torsi putaran bawah lebih bagus daripada mesin DOHC
Kelemahan / kekurangan dari SOHC :
  • Momen / tenaga pada putaran atas lebih rendah dari mesin DOHC
  • Pembakaran busi blm sefokus kayak DOHC karena tidak dipasang ditengah-tengah 

DOHC ( Double Over Head Camshaft )

Mesin pada jenis DOHC Camshaft ganda (twincam) / jumlah poros nok 2, terletak di dalam silinder  head, digerakkan oleh crankshaft dengan perantara timing belt atau timing chain. Valve (klep) IN dilayani oleh satu camshaft demikian pula valve EX juga dilayani oleh satu camshaft. Baca juga Mekanisme Katup berdasarkan Jenis penggerak.

Kelebihan dan keuntungan mesin DOHC adalah:
  • Tenaga / torsi besar pada putaran atas atau rpm tinggi
  • Mengaplikasikan multi Valve / banyak klep
  • Dapat mengaplikasikan variable valve timing
  • Pembakaran lebih efektif dan efisien, busi bisa diletakkan tengah-tengah
Kekurangan / kelemahan mesin DOHC adalah :
  • Biaya mahal, lantaran konstruksi rumit
  • Mesinnya berat, lantaran banyak sparepart yang digunakan
  • Tenaga putaran bawahnya rendah

Mekanisme Penggerak Katup Pada Mesin

Katup-katup pada ruang mesin digerakkan oleh mekanisme penggerak katup mesin, dimana mekanisme ini menjamin pergerakkan katup masuk dan katup buang saat membuka dan menutup sesuai dengan proses-proses yang dilalui, baik saat langkah hisap, langkah kompresi, langkah usaha maupun langkah buang, sehingga proses membuka dan menutup katup menjadi teratur dan tepat pada saatnya.

Jenis Penggerak Katup Mesin

Penggerak Katup Jenis Timing Gear

  • Model ini digunakan pada mekanisme katup jenis mesin OHV ( over head valve  ), yang letak camshaftnya di dalam blok silinder.
  • Timing gear biasanya menimbulkan bunyi yang besar dibandingkan dengan rantai ( timing chain  ), sehingga mesin bensin model penggerak katup ini menjadi kurang populer pada mesin bensin jaman modern ini.

Penggerak Katup Jenis Timing Chain

  • DOHC ( dual  over head camshaft  ) sumbu noknya terletak di atas kepala silinder.
  • Camshaft digerakkan oleh rantai timing ( timing chain)  dan roda gigi sprocket sebagai pengganti timing gear.
  • Timing chain dan roda gigi sprocket dilumasi dengan oli.
  • Tegangan rantai ( chain tension  ) diatur oleh chain tensioner.
  • Chain vibration ( getaran rantai di cegah oleh chain vibration damper.
  • Camshaft yang digerakkan oleh rantai hanya sedikit menimbulkan bunyi dibanding dengan roda gigi ( gear driven  ) dan jenis ini amat populer.

Penggerak Katup Jenis Timing Belt

  • Camshaft digerakkan oleh sabuk yang bergigi sebagai pengganti timing chain.
  • Sabuk ( belt  ) selain tidak menimbulkan bunyi dibanding dengan rantai, juga tidak diperlukan pelumasan serta penyetelan tegangan.
  • Kelebihan lainnya, belt lebih ringan dibanding dengan model lainnya. Oleh karena itu model ini banyak digunakan pada mesin.
  • Belt penggerak camshaft ini dibuat dari fiberglass yang diperkuat dengan karet sehingga mempunyai daya regang yang baik dan hanya mempunyai penguluran yang kecil bila terjadi panas.   

Penggerak Katup Jenis Metal Timing Chain

  • Life time yang lebih panjang.
  • Self Lubricating
  • Self Adjusting
Mekanisme penggerak katup pada mesin di atas dikelompokkan berdasarkan jenis penggerak yang digunakan.